Kota Tangerang : Bakti Karya Adil, Kertaraharja

Sedikit saya akan tulis tentang kota yang saya kunjungi pada travelling saya kali ini. Yakni sebuah kota di Provinsi Banten, yang berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta.

Setiap saya ada masa libur, saya selalu habiskan masa libur saya di kota ini. Ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Tapi sayangnya, baru kali ini saya tuliskan di blog saya ini.

Kota ini, sebenarnya sama seperti kota-kota yang pernah saya singgahi. Tidak banyak kesan menarik membekas di kota ini. Tapi saya cukup menikmati kehidupan kota pinggiran Jakarta ini.

Langsung saja yah,

Kota Tangerang punya masjid agung kebanggaan warga Kota Tangerang. Yang namanya Masjid Al Azhom. Masjid ini saya taksir kira-kira luasnya seluas Masjid Agung Kota Kediri. Malah mungkin lebih luas masjid Al Azhom sedikit. Masjid ini terletak di sebelah barat kantor Balaikota Tangerang, atau Pusat Pemerintahan Kota Tangerang yang biasa disebut warganya Puspem. Masjid ini indah lho, ketika saya ambil gambarnya dari atas gedung Balaikota dengan handphone saya.

Rugi datang jauh2 dari Surabaya, nggak pernah merasakan shalat zuhur disini. Sambil menunggui adik saya yang sedang ikut lomba vocal grup se kota Tangerang mewakili sekolahnya, saya asyik sendiri keliling Balaikota Tangerang yang sedemikian asri dan jembar nya.. kira-kira seluas Balaikota Surabaya. Pohon-pohon hijau masih berdiri tegak, bangunan yang bersih, kolam ikan dipinggir-pinggir jalan semakin membuat kawasan ini adem. Lalu saya jalan sendiri ke Masjid Al Azhom ini sendirian.

Masjid ini ternyata cantik luar dalam!. Indah.. sekali. Bagian kamar mandi dan tempat wudhu’ nya sangatlah bersih dan wangi. Ahaha.. saya jadi betah berlama-lama di kamar mandi.

Hhmm.. saya lalu mencoba makanan khas daerah sini. Salah satunya ketoprak. Penjual makanan kaki lima disini terkumpul dalam satu lokasi. Yaitu di sebelah timur masjid. Sebenarnya, saya sih ngga suka-suka amat sama makanan ini, karena dulu pernah sekali nyoba ketoprak di daerah ruko Duta Garden-Jurumudi-Tangerang, eh…ternyata rasanya ngga enak. Tapi, ketoprak yang satu ini ternyata beda lho… rasanya makkk nyyuusss…😛. Menikmati santap siang sendirian di kota Tangerang ditemani angin semilir menyentuh tubuh… hhmm.. bikin ngantuk.. hheehe

Porsinya lumayan besar sih, sampai saya ngga kuat menghabiskan itu ketoprak. Satu porsi ketoprak ditambah minuman botol, saya harus merogoh Rp 11.000 dari dompet saya.. Memang sih, makanan disini relatif lebih mahal dibanding makanan di Surabaya. Beberapa waktu lalu saja, ketika saya makan di warung tenda masakan khas Jawatimur (tepatnya di daerah Batuceper-deket Masjid Darussalam), satu porsi pecel lele tanpa minum yah, saya sudah habis Rp 10.000. Mantabb kann?? Kalau di Surabaya, di warung tenda nggak sampai harga segitu.. Paling mentok Rp 7.000, itupun sudah plus minumnya.

Malam terakhir saya di kota ini, saya ditraktir makan oleh paman saya. Salah satu makanan favorit saya, yaituuu Seafood.. Udang saos Asam Manis menjadi menu santap malam saya bersama Cah Kangkung Cumi… manttaabbb😛

Haha.. setiap kota yang saya kunjungi, saya selalu menyempatkan diri untuk mencicipi makanan khaas daerahnya.. Namun ada satu kota yang membuat saya selalu kangen dengan masakannya, yaitu kota Solo. Solo punya banyak makanan khas yang nikmatnyyaa… subhanallah… ada Thengkleng…hhmm..nikmat, ada Timlo Solo, Sosis Solo, dst… wahh.. saya jadi ngiler nulisinnya.. Kapan2 deh, saya posting foto2 saya ketika saya di Solo beserta foto kulinernya. Siapa tahu, bisa menjadi referensi anda untuk menghabiskan liburan anda.

Sekarang tibalah saatnya saya meninggalkan Kota Tangerang, kembali menuju kehidupan saya yang sibuk melawan kerasnya hidup di Ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Dipublikasi di umum | 4 Komentar

Kepercayaan itu Mahal Harganya

Menanamkan kepercayaan kepada orang lain.., sejatinya adalah bukan perkara yang mudah. Tidak bisa dipungkiri, bahwa terkadang masih ada perasaan takut, cemas, khawatir dalam diri kita ketika kita berusaha untuk menanamkan kepercayaan kepada orang lain. Ada banyak hal yang dapat kita ambil hikmah dari menanamkan kepercayaan kepada orang lain, adalah kita dapat mengontrol dan belajar mengurangi ego kita. Kita bisa belajar mengalahkan ego kita yang implementasinya adalah rasa takut, khawatir, cemas kepada orang tersebut dan mengalihkannya menjadi sebuah kepercayaan, dan berbaik sangka. Perlu diketahui, dengan berbaik sangka alias husnudzan, kita sama dengan sudah menyebarkan aura positif bagi diri kita sendiri dan bagi orang-orang disekitar kita.

Namun penting juga bagi kita yang mengemban amanah untuk menjaga kepercayaan dari orang lain. Sekali kita mendapat kepercayaan, janganlah sekali-kali kita melewatkannya dengan hal-hal yang bisa merusak konsentrasi kepercayaan itu. Tetaplah berjalan lurus dan istiqomah. Jika kita menjaga kepercayaan dari orang lain, maka timbullah hubungan yang sehat dan baik antara kita dengan orang yang memberi kepercayaan kepada kita. Tetapi sebaliknya, jika kita melakukan satu kali pelangggaran, yakni dengan menodai kepercayaan tersebut…, maka orang lain pun akan sulit menanamkan kepercayaannya kepada kita lagi. Bahkan, bagi sekelompok orang, kepercayaan itu tak kan terbeli dengan emas 24 karat sekalipun!.

Mari kita bersama-sama bermuhasabah diri,

Koreksi diri agar menjadi insan yang lebih baik dan unggul…

 

Dipublikasi di PEMIKIRANKU | 3 Komentar
Dipublikasi di umum | 2 Komentar

Amazing: Kelud Mountain

Hari sabtu kemarin, tanggal 29 Januari 2010 adalah hari yang menyenangkan bagi saya. Atas izin Allah, saya masih diberi kesempatan oleh untuk mengunjungi Gunung Kelud bersama team rombongan adventure saya, Komunikasi Mahasiswa Kediri (KOMIK). Sebenarnya travelling dan adventure adalah salah satu hobby saya. Saya suka bepergian dan menjelajahi tempat yang baru. Maka ketika seorang anggota KOMIK yang lain mengajak saya untuk pergi, saya pun setuju. Sabtu pagi, layaknya rombongan konvoi kami pergi menuju Gunung Kelud dengan mengendarai sepeda motor.

Gunung Kelud terletak di bagian ujung timur Kabupaten Kediri yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bliitar. Bahkan, wilayah Gunung Kelud bagian timur sudah masuk wilayah Kab.Blitar. Gunung Kelud terakhir kali meletus sekitar tahun 1990-an dan letusannya mengakibatkan hujan abu di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan sekitarnya.

Kini, Gunung Kelud telah dipoles sedemikian rupa oleh Pemkab Kediri sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung. Terlebih lagi sejak kemunculan fenomena Kubah Lava yang berwarna hijau sekitar tahun 2008. Pada tahun itu diperkirakan Gunung Kelud akan meletus. Bahkan, Pak Presiden SBY pun datang ke Gunung Kelud.

Kembali lagi ke perjalanan saya,

Setelah sekitar satu jam menempuh perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, saya dan rombongan “KOMIK Adventure” tiba di lokasi. Sebelum masuk lokasi wisata, di gerbang utama ditarik karcis masuk Rp 1.000/orang, dan Rp 5.000/motor. Jadi, saya mengeluarkan uang Rp.6000. Huuuufhht…benar-benar tantangan untuk bisa sampai lokasi wisata. Jalannya berbelok-belok dan naik turun. Bahkan motor saya sempat tidak bisa naik keatas gara-gara saya nggak kuat dan kurang ancang-ancang. Untungnya, saya dibantu salah satu teman saya yang masih dibelakang saya untuk naik ke atas. Selanjutnya, perjalanan saya ke lokasi wisata lancar. Untuk menuju lokasi wisata yang ada diatas gunung, saya harus menaiki sepeda motor saya dengan zig-zag.

Udara segar dan dingin menyambut kami ketika kami tiba di lokasi. Untuk biaya parkir sepeda motor dua ribu rupiah. Hhmmm…. Pagi itu tak seberapa ramai, karena memang bukan hari libur. Kami lalu melihat-lihat panorama sekitar yang masih asri dan elok. Subhanallah (sekalian tafakur alam), tampak jelas betapa indahnya ciptaan Allah di alam ini. Pahatan gunung-gunung yang elok nan hijau tampak sungguh indah menunjukkan kebesaran Allah. Saya berdecak kagum sendiri dalam hati. Inilah “lukisan” yang indahnya tiada bandingannya. Setelah puas melihat pemandangan alam yang indah, saya lalu mendekat ke arena Flying Fox. Memang, sejak di rumah saya sudah merencanakan untuk mencoba flying fox setibanya di Kelud. Ini kali pertama saya mencoba permainan ini. Bagi anda yang suka tantangan yang memacu adrenalin anda, saya rasa anda perlu mencoba permainan ini. Tanpa rasa ragu dan takut, setelah membayar Rp 20.000 saya segera memakai peralatan flying. Teman-teman rombongan saya takut-takut heran, ternyata seorang saya berani juga mencoba permainan yang memacu adrenalin ini. Hoho…jangan salah yaa… tapi permainan ini sebaiknya tidak untuk yang mengidap penyakit jantung. Saya melintasi dataran tinggi yang tepat dibawah saya adalah jurang yang penuh dengan semak belukar. Sungguh dengan izin Allah, saya masih selamat diatas gantungan flying. Coba kalau tidak, saya tak tahu apa yang akan  terjadi.

Dan saya, jadi ketagihan untuk ber flying ria….😛

Setelah saya selesai berflying ria, saya dan rombongan berjalan menyusuri terowongan gelap untuk menuju Kubah Lava yang sekarang menjadi anak Gunung Kelud. Tidak seberapa jauh sih dari area utama menuju kesana. Setelah sempat foto-foto, salah seorang kawan kami yang sudah berpengalaman mengajak kami naik ke atas gunung, ke tempat peristirahatan yang ada di puncak. Waaoooww…. Sangat jauh dan benar-benar menguras tenaga untuk mendaki kesana. Pikir saya, nih temen ngerjain saya dan yang lain. Saya rasa, lebih jauh daripada ketika saya mendaki ke Gunung Muria,Kudus-Jawa Tengah. Huuffhhtt.. tapi saya tetap menikmati dan ini menyenangkan bagi saya. Walaupun dalam perjalanan saya harus berkali-kali berhenti karena ngos-ngosan. Jantung saya berdegup kencang. Bahkan ada teman saya yang langsung kambuh sesak nafasnya. Masyallah…..

Memakan waktu kurang lebih 1jam untuk sampai puncak. Sampai disana kami segera membuka bekal makanan kami. Perut sudah sangat lapar dan minta diisi. Nasi dan sayuran digelar….lidah semakin nglier ingin segera menikmati pecel lele. Namun….ternyata seorang kawan kami yang bertugas membawa lele goreng, lupa tidak membawa lele goreng itu ke atas….lele goreng itu masih nyantol di cantolan sepeda motor. OMG…..

Alhasil, kami tidak jadi makan dan memutuskan untuk kembali turun dan makan dibawah. Memang konyol rasanya, sekuat tenaga untuk menuju puncak dengan tujuan makan bersama di puncak gunung, dan dengan harapan ketika turun ke bawah sudah dalam keadaan kenyang, ternyata sia-sia. Konyolll….konyolll… hahahaha. Tapi untungnya, saya membawa sedikit bekal dari rumah. Saya makan bersama sebagian teman. Lumayan untuk pengganjal perut sementara.

Begitu turun ke bawah, kami shalat zuhur dan makan siang bersama diiringi deras hujan yang mengguyur. Dingin-dingin, makan pecel lele bersama teman-teman sungguh nikmat rasanya. Menu yang biasa jadi luar biasa karena suasana yang akrab dan meguyub rukun. Setelah semuanya kenyang, kami kembali harus naik turun gunung lagi untuk menikmati sensasi mandi air panas sulfur di anak Sungai Bladar, kaki Gunung Kelud. Haaasshhhh….. lumayan jauh juga untuk turun ke bawah….kami harus menuruni anak tangga sekitar setengah kilo meter untuk bisa menikmati air panas belerang yang alami itu. Namun ketika kami sampai di tempat, semua lelah rasanya sirna…. Teman-teman putra segera ganti kostum dan berendam di air yang berwarna kuning itu. Kata petugas penjaganya, air sungai ini berwarna kuning karena mengandung belerang. Sementara kami yang putri cukup puas dengan mencelupkan kaki dan tangan serta cuci muka saja.

Uniknya di sungai ini, ada bagian sungai yang jernih airnya sangat dingin, sedangkan disebelahnya yang kuning airnya panas. Padahal tidak ada batas khusus antara air yang bening dengan air yang kuning, tapi dua warna air itu tetap menjaga eksistensi mereka masing-masing.

Setelah puas bermain air, pukul empat sore kami memutuskan untuk menyudahi kunjungan kami ke sungai ini. Butuh waktu setengah jam untuk sampai di atas. Seorang rekan saya, kagi-lagi harus mengolesi dadanya dengan minyak kayu putih karena asmanya kambuh…. hmmm…

Sesampai diatas, kami segera menuju parkiran sepeda motor. Kami pun meninggalkan area wisata sambil tersenyum. Petualangan plus plesir kita hari ini cukup berkesan, sobat!

Dipublikasi di Adventure | 1 Komentar

Gayus juga membawa Rejeki kok

Gayus Tambunan.

Pegawai Dirjen Pajak Jakarta itu akhir-akhir ini sering menghiasi media cetak dan elektronik layaknya seorang selebriti. Padahal mulanya dia orang biasa-biasa saja, dan hanya pegawai negeri sipil biasa. Sejak kasusnya mencuat, namanya diperbincangkan dimana-mana. Mulai dari anak SD yang menyebut-nyebut nama Gayus, Ibu-ibu rumah tangga, sampai tukang parkir pun ramai memperbincangkannya. Dan termasuk saya, saya juga memperbincangkan Gayus lewat tulisan ini.

Negeri kita ini sudah banyak dihuni oleh para “tikus berdasi” baik di jajaran pemerintahan atau di lembaga-lembaga yang lainnya. (Sayangnya, saya tidak tahu apakah ketika Gayus menilep uang 25 Milyar itu dia pakai dasi atau tidak :-P). Negeri ini resah dan gelisah. Negeri ini sudah muak dan benci dengan segala tindakan korupsi. Korupsi mengakibatkan bahaya laten yang imbasnya luar biasa bagi negeri ini kedepannya. Maka, tak heran dibentuklah Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK. Yang dulunya di ketuai Pak Antasari Azhar.

Memprihatinkan memang, jikalau korupsi sudah menjadi budaya di negeri ini. Budaya kita sudah dicuri Malaysia, eh sekarang malah muncul budaya yang lain lagi. Budaya itu seharusnya memberi keuntungan bersama, bukan merugikan bersama.

Tidak munafik memang, sebagai manusia yang “normal”, kita selalu tergiur dengan segepok uang di depan mata. Tak pelak bagi Gayus yang sudah dapat remunerasi, tapi masih saja ngantongin 25 M sebagai makelar kasus (markus) pajak. Saya pun tak munafik, bahwa mata saya ini juga “jelalatan” lihat uang. Akan tetapi, itu semua kembali kepada moral yang membentengi diri. Saya bukannya mengecap diri saya sebagai orang yang sudah punya benteng iman dan akhlaq yang tebal. Bukan. Saya juga bukannya mengklaim bahwa iman dan moral Gayus itu buruk. Karena sesungguhnya yang tahu dan yang bisa mengukur akhlaq dan moral seseorang hanyalah Allah. Soal korupsi, biarlah urusan Gayus dengan aparat yang berwajib dan hak prerogatif Allah di akhirat nanti untuk menghukum Gayus.

Ini terkait dengan sebagaimana syukur kita atas apa yang diberikan Allah. Allah sendiri telah berfirman, barangsiapa yang bersyukur atas nikmat Allah, Allah akan menambahnya. Dan barangsiapa yang kufur atas nikmat Allah, Sesungguhnya Allah akan menurunkan azab yang pedih. (La in syakartum la aziidannakum, wa la in kafartum, inna adzaabi lasyadiid). Sudah seharusnya, kita bersyukur atas apa yang sekarang kita terima dan kita dapatkan. Saya pribadi mungkin juga belum termasuk orang yang senantiasa bersyukur. Saya masih sering ngomel apabila ada kekurangan yang saya temukan atas apa yang saya raih. Namun saya berusaha untuk ikhlas dan legowo. Saya yakin, Allah akan selalu memberi rezeki kepada saya, apabila saya senantiasa bersyukur kepadanya. Itu yang membuat bathin saya selalu tenang dan tidak pernah takut kalau saya menderita. Allah sebaik-baik pemberi rezeki.

Kembali lagi ke Gayus,

kemunculannya di muka publik ternyata menginspirasi Bona Paputungan untuk menciptakan lagu “Andai aku jadi Gayus”. Mantan tahanan itu lalu membuat video klip dan disebar via Youtube dan akhirnya, lagu itu kini booming dimana-mana. Bona pun akhirnya diundang ke sebuah acara talkshow sebuah stasiun televisi swasta yang tayang setiap malam pukul 21.30 WIB. Lagu tersebut pun banyak diminta oleh banyak stasiun radio di negeri ini. Coba bayangkan, Bona Paputungan yang dulunya hanya mantan tahanan itu kini bisa berkreasi dan mengasah kreatifitasnya. Ia juga menjadi sosok terkenal seperti saat duo Keong Racun “Shinta-Jojo” muncul di Youtube karena lipsync video nya. Bona Paputungan pun mendapat sejumlah rupiah dari beberapa radio yang secara khusus meminta lagunya.

Di Semarang, dua orang pengamen bus dapat rejeki dadakan yang lumayan banyak ketika mereka membawakan lagu “Gayus” itu di bus sambil memakai topeng wajah Gayus. Dua orang pengamen itu mengaku dapat duit dua kali lipat lebih banyak ketika mereka menyanyikan lagu Gayus.

Sedangkan di Grup Saya, Paduan Suara Mahasiswa IAIN SUNAN AMPEL Surabaya, pada tanggal 20 Januari kemarin menyanyikan lagu Gayus itu dalam acara pengukuhan Guru Besar Bapak Prof.Dr.H.Faishal Haq,M.Ag. Banyak para tamu undangan yang tersenyum geli mendengar lagu yang kami nyanyikan. Kami senang karena para tamu merasa terhibur.

Gayus memang jahat, Gayus memang contoh yang tidak benar, Gayus memang menyebalkan, Gayus memang merugikan negeri ini. Tapi siapa sangka, dibalik kejahatan Gayus itu, ternyata Allah menurunkan rezeki??.

Dengan munculnya Gayus, Bona Paputungan menulis lagu. Lagu itu laku, Bona terkenal dan dapat uang. Pengamen yang menyanyikan lagu itu di bus juga dapat uang lebih. Inilah yang jarang kita sadari. Allah selalu memberikan hal yang tanpa diduga dibalik setiap peristiwa. Coba kalau kasus Gayus tidak diangkat. Belum tentu Bona menjadi terkenal, belum tentu pengamen di Semarang itu dapat duit dua kali lipat lebih banyak. Itu hanyalah contoh kecil saja dalam kehidupan nyata ini, bahwa Allah itu Maha Adil dalam memberikan rezekinya. Allah sudah memberikan rezeki tersendiri bagi Gayus, maka Allah juga menurunkan rezeki bagi orang lain. Jangan pernah kita berkecil hati terhadap Allah. Allah Maha Memberi rezeki kepada siapa saja yang dihendakiNya tanpa batas. Seperti yang tertuang dalam surah Al Baqoroh ayat 212:

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ

مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas”.

Semoga kita senantiasa dilindungi Allah dari sifat-sifat kufur dan penyakit hubbuddunya, sobat…

Wallahu a’lam bisshawab.

Dipublikasi di ISLAMI | Meninggalkan komentar

Menghidupkan Kreatifitas Yang Sempat Terlupa

Dear sobat…,

Hari ini saya kembali menulis di blog ini…
Ketika saya lihat di catatan stats saya, alhamdulillah dan tak disangka…, ternyata masih banyak yang mau berkunjung ke blog saya yang sederhana atau lebih tepatnya amat sangat sederhana ini.

Judul diatas, memang pas dengan kondisi saya saat ini. Blog ini, adalah salah satu aset terpenting dalam hidup saya (selain menyanyi), dan merupakan salah satu ladang kreatifitas saya. Dimana saya bisa mengeluarkan semua uneg-uneg saya, pikiran-pikiran saya, dan curahan hati saya. Tak terasa, blog ini sudah berusia tiga tahun. Kalau dia manusia, pastilah dia sedang tumbuh menjadi balita yang lucu dan menyenangkan orang-orang disekitarnya. Saya ingin, blog saya ini menyenangkan orang-orang yang membacanya dan memberi inspirasi bagi diri saya pribadi dan para pembaca sekalian.

Selama rentang waktu satu tahun setengah ini, saya memang melupakan kegiatan saya ngeblog dan nulis ini. Yah, dikarenakan saya terlalu sibuk menyanyi, sehingga saya melupakan dunia ini. Dunia tulis menulis yang juga sangat saya cintai. Saya jarang lagi membaca buku, bahkan hampir tidak pernah (kecuali buku diktat kuliah). Saya tidak lagi gemar menyisihkan uang untuk beli buku (malah duit habis buat jajan yang ngga ada manfaatnya). Dan saya jadi tidak betah berlama-lama membaca buku. Dahulu, buku setebal 500 lembar lebih bisa saya selesaikan membacanya dalam satu hari. Sekarang?? Boro-boro 500 lembar sehari, 20 lembar aja untung-untungan. Parah kan???

Tadi, ba’da maghrib… saya kembali diingatkan oleh seseorang (kekasih saya). Saya sadar atas kelalaian saya ini, meninggalkan dan melupakan kreatifitas saya yang sebenarnya menjadi harta karun penting bagi saya ini. Saya telpon dia yang saat ini sedang berada di Tabanan-Bali. Banyak hal yang kami share via telpon  (saya berada di Kediri-Jatim). Dan hasil dari share itu, memang banyak yang harus saya rubah. Saya memang harus berubah dan kembali menjadi manusia-manusia yang kreatif seperti dulu. Saya harus kembali rajin menuangkan ide-ide saya lewat tulisan seperti saat saya SMA dulu. Saya pun akhirnya mencoba, kembali menghidupkan kreatifitas dan hobby saya yang sempat terlupa, atau bahkan lebih tepatnya terlalai. Yakni :NGEBLOG!

Ngeblog itu asyik, ngeblog itu menarik, ngeblog itu mengajarkan kita ketelatenan. Ngeblog itu menjadikan kita lebih berwawasan dan cerdas. Saya berusaha dapatkan lagi apa yang sempat hilang dalam hidup saya. Yaitu NGEBLOG.

Ngeblog adalah bagian dari kegiatan tulis menulis yang sebenarnya sudah saya tekuni sejak saya duduk di bangku SD kelas enam. Berawal membaca sepenggal cerpen teman saya. Sebut saja dia Icha. Saya lantas berpikir, Icha saja bisa menulis cerpen. Kenapa saya tidak???. Saya pun akhirnya mencoba menulis dan menulis. Cerpen saya yang saya buat pertama kali ketika saya duduk di bangku kelas enam SD. Kira-kira sekitar sembilan tahun yang lalu. Ketika SMP dimana merupakan masa puber saya, saya beranikan diri menulis novel dengan bumbu-bumbu cinta monyet ala anak SMP. Saya cetak sendiri, dan saya publish ke teman-teman saya. Dan mereka berapresiasi terhadap tulisan saya. Menginjak SMA, saya beranikan ikut sayembara menulis novel. Saya menulis novel lebih kompleks lagi pembahasannya dan dengan tingkat bahasa yang lebih baik dari sebelumnya. Tentunya, masih dengan gesture anak remaja yang khas dengan bumbu cinta dan persahabatan. Menginjak SMA, saya tertarik untuk menulis novel islami. Karena saat itu terpengaruh mulai banyaknya novel-novel islami. Sebutlah, Ayat-ayat Cinta (2006). Setelah itu, banyak lagi yang saya tulis dan saya kirim ke penerbit. Namun sayangnya, belum pernah ada satupun yang dimuat.😦

Memasuki perguruan tinggi, saya masih menulis. Tapi intensitas menulis saya jauh berkurang dibandingkan ketika saya masih SMA dulu. Susah cari inspirasi iya juga, ditambah kesibukan yang lain sebagai mahasiswa yang aktif. (atau jangan2 mahasiswa yang sok aktif?hehe :-P).

Tapi kini saya sadari, ternyata saya memang tidak bisa begitu saja meninggalkan dunia tulis menulis yang sudah mendarah daging dalam diri saya ini. Saya mencintai dunia ini, seperti halnya saya mencintai dunia musik dan olah vokal. Dan sesuatu yang saya cintai, tidak mungkin saya meninggalkannya. Sejauh apapun saya melangkah, suatu saat saya akan kembali pada hal yang saya cintai itu…

Terimakasih sobat, masih berkenan membuka blog saya yang masih “balita” ini.

Terimakasih juga untuk kedua orangtuaku atas segala dukungan dan do’anya dikala aku terlelap tidur.

Dan terimakasih untuk kekasihku, atas dukungan dan inspirasimu yang memacuku menjadi lebih baik kedepannya.

Dipublikasi di PEMIKIRANKU | Meninggalkan komentar

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa…

Selamat menjalankan ibadah puasa untuk pembaca sekalian..

Semoga  puasa kita diterima Allah SWT..

Dan semoga di tanggal 17 ramadhan ini,,, kita dilimpahi rahmat yang bertubi-tubi dari Allah…

Dipublikasi di umum | Meninggalkan komentar